Selasa, 21 Mei 2013

you certainly wouldn't understand

how much I want to come and sit beside you

but I can't.. but I decided to stop

not shy, I'm just learning to  understand

the circumstates that no longer the same that all

that had happened between us has ended, changed and different

I'm learning to live 

learning unfamiliar without you

I was still in the same 

but the more I realize I'm atill have to learn a lot

 

 


may... elailans

Sabtu, 02 Februari 2013



TANGIS
Tuhan..
beri hujan yang menyejukkan
deras
manusia punya tangis
di matanya,
di hatinya,
di senyumnya :')
di saat ia jatuh,
di saat ia merasa begitu kecil,
di saat dunia menyudutkan dirinya, dan
saat setiap orang menyaalahkannya tanpa ada satupun yang berpihak dalam gejolak hatinya



                                                               SADARILAH

Mungkin kalian sering merasa kangen sekali dengan Mama. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti…
Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia!
Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya….”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)
Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai….
Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…





 

Kamis, 24 Januari 2013



untukmu ayah..ibu..


aku bahagia telah memenuhi permintaanmu
meskipun itu satu hal terberat dalam hidupku
aku bahagia meki hatiku teriris tiap kali
melihat mereka berbaris rapi
dengan langkah rapi penuh hentakan
memakai jas putih
dengan garuda dada yang menjadi kebanggaan
kebanggaanku...
aku bahagia meskipun terasa sesak tiap kali
teringat kemenangan di masa lalu
tapi aku bahagia karena 
setidaknya..
aku tak menyakiti hatimu
ayah...
ibu... :")

matahari yang mengikuti


di saat kupikir semua akan berjalan semestinya
seakan tak pernah terjadi apa-apa
kurasakan langkahku mulai terhenti
semua mulai tak terarah
tanpa tujuan
dan siapa yang peduli?
langkah-langkah kosong yang mulai kujejakkan
tanpa hiraukan dunia
yang masih terus berjalan
menjauhiku..


di saat kuterjebak dalam keputusasaan
berfikir aku tak punya siapa-siapa
dunia memperlihatkan padaku
keindahan yang penuh warna
yang selama ini terabaikan
yang tak pernah kusadari
dengan setia berjalan di sampingku


kusaksikan dunia tak berhenti berputar
kita
yang menciptakan pelangi
bukan kita yang harus mengejar matahari
aku benar-benar menapak di kenyataan
mengakhiri mimpi buruk yang selama ini dengan bangga kubangun
menjelajah sesuka hati
tanpa harus pedulikan dunia
karena...


 



SESUATU YANG KITA PIKIR SEMPURNA BELUM TENTU ADALAH BAHAGIA :*
dear note


malam ini berbeda
aku tau itu
kurasa semua orang juga tau
malam tahun baru
ya itulah
tapi entahlah
ada hal yg
sedari tadi mengusik
memikirkannya
dan kurasa sudah terlalu lama tak kupikirkan
mungkin tak pernah lagi
kembali
aku tak bisa
tak bisa menahan
menahan untuk tetap kokoh
bentengku sudah rapuh
hancur malah
dan kalian pasti tau maksudku
ya tak ada yg bisa memaksaku berhenti menangis
aku tau kalian pasti mengira aku makhluk rapuh
memang
baru saja
seharusnya
untuk 9 tahun yg Tuhan berikan
tapi kenyataannya?
pupus
di saat aku belum mengerti arti sebuah kematian
maaf
karna bagiku
rindu tak berarti
harus pada orang yg masih bisa kita lihat
masih bisa kita dengar
tapi mungkin saja
pada seseorang yg kita tau
tak akan pernah lagi kembali
tak akan pernah lagi bisa menyentuh atau bahkan memeluk
kalian pikir aku gila?
mungkin
biar kalian menilaiku seperti apa
aku tak peduli

31 des
*rmn